Peran Oli Kompresor (PAG Oil): Mengapa Salah Viskositas Bisa Membuat Sistem AC Jamming?

Mengapa Salah Viskositas Bisa Membuat Sistem AC Jamming

Penyakit AC Mobil yang Sering “Dikambinghitamkan” ke Freon

Pernahkah Anda mengalami kejadian di mana AC mobil tiba-tiba terasa kurang nyes, hanya keluar angin doang, atau bahkan terdengar suara ngorok kasar dari balik kap mesin? Reaksi pertama kebanyakan pemilik mobil pasti langsung menuduh freon habis atau ada kebocoran. Padahal, seringkali masalah utamanya bukan di situ. Ada pembunuh diam-diam yang sering luput dari perhatian, yaitu oli kompresor atau yang secara teknis kita sebut sebagai PAG Oil (Polyalkylene Glycol).

Banyak kasus yang masuk ke bengkel dengan kondisi kompresor sudah jebol atau jamming (macet total) justru berawal dari hal sepele. Niat hati ingin servis hemat dengan tambah oli sembarangan, malah berakhir harus ganti satu set komponen AC yang harganya bisa bikin dompet menjerit. Masalahnya seringkali terletak pada satu kata kunci: viskositas atau tingkat kekentalan oli.

Oli Kompresor Itu Ibarat Darah dalam Tubuh

Coba bayangkan sistem AC mobil Anda seperti tubuh manusia. Kompresor adalah jantungnya, freon adalah oksigennya, dan oli PAG ini adalah darahnya. Agar jantung bisa memompa dengan baik, darah harus memiliki kekentalan yang pas. Jika darah terlalu kental, jantung akan bekerja ekstra keras hingga akhirnya berhenti berdetak.

Begitu juga dengan kompresor AC. Pabrikan mobil seperti Denso, Sanden, atau Valeo sudah mendesain celah antar komponen (piston dan dinding silinder) dengan presisi mikron. Mereka menetapkan spesifikasi oli tertentu, misalnya ND-8 (encer) atau ND-12 (lebih kental). Jika celah mesin sangat rapat tapi Anda paksa masukkan oli yang kental, pelumasan tidak akan bisa masuk ke sela-sela komponen yang bergerak. Akibatnya fatal karena logam akan bergesekan langsung dengan logam tanpa perlindungan.

Mengapa Salah Viskositas Bisa Bikin Jamming?

Kejadian kompresor macet atau jamming karena salah oli ini mekanismenya cukup mengerikan bagi komponen internal mobil Anda. Mari kita bedah apa yang sebenarnya terjadi di dalam sana jika Anda salah menuang “ramuan”:

  • Jika Oli Terlalu Kental
    Kompresor modern, terutama tipe rotary atau piston yang compact, dirancang untuk oli encer (viskositas rendah seperti ISO 46). Ketika diisi oli kental (misalnya ISO 100 atau 150), beban putaran menjadi sangat berat. Piston akan kesulitan bergerak, suhu melonjak drastis karena gesekan fluida, dan akhirnya piston memuai hingga terkunci. Inilah momen saat AC mati total dan mesin mobil terasa berat.
  • Jika Oli Terlalu Encer
    Sebaliknya, jika kompresor tipe lama yang butuh oli kental diberi oli terlalu encer, lapisan film pelindung tidak akan terbentuk sempurna. Logam akan saling “memakan”. Efeknya muncul bunyi kasar (ngorok) dan serpihan logam halus atau gram akan rontok.
  • Pencampuran Jenis Oli
    Mencampur oli PAG dengan oli jenis lain (seperti oli mineral atau POE tanpa aturan jelas) bisa mengubah sifat kimia oli tersebut menjadi lumpur atau gel. Gel ini akan menyumbat saluran sempit seperti katup ekspansi.

Tanda-Tanda Kompresor Mulai “Keracunan” Oli

Sebelum kompresor benar-benar macet total, biasanya ada gejala awal yang dikirimkan mobil kepada Anda. Sayangnya, tanda ini sering diabaikan. Perhatikan jika saat AC dinyalakan, putaran mesin (RPM) drop terlalu jauh atau terasa sangat membebani mesin, padahal sebelumnya tidak begitu. Ini indikasi kompresor bekerja terlalu berat melawan oli yang tidak sesuai spek.

Gejala lainnya adalah dingin yang tidak stabil. Kadang dingin, kadang hilang (ngempos) terutama saat macet atau cuaca panas terik. Ini bisa terjadi karena oli yang salah viskositas tidak mampu mentransfer panas dengan baik atau malah menghambat sirkulasi freon di dalam sistem. Jangan tunggu sampai muncul bunyi cetak-cetek berlebihan dari magnet clutch, karena itu tanda sistem sudah bekerja di luar batas toleransi.

Menjaga Nyawa AC Mobil Anda

Perawatan AC itu bukan sekadar tambah-tambah isi. Justru tindakan asal tambah oli tanpa menguras oli lama adalah resep bencana, karena kita tidak tahu takaran pasti yang ada di dalam sistem. Kelebihan oli sama buruknya dengan kekurangan oli; ruang kompresi akan penuh cairan (liquid hammer) dan bisa memecahkan piston.

Cara paling aman adalah melakukan flushing sistem secara berkala dan memastikan teknisi menggunakan oli sesuai stiker spesifikasi yang tertempel di badan kompresor. Jadi, kalau Anda merasa AC mobil mulai bertingkah aneh atau sekadar ingin perawatan rutin yang benar, jangan ragu untuk mampir dan biarkan kami cek kondisi “darah” AC mobil Anda sebelum terlambat.