Bahaya Laten Membiarkan Sampah Struk dan Tisu di Dashboard: Penyebab Bunyi Berisik pada Blower AC

Penyebab Bunyi Berisik pada Blower AC

Suara Berisik di Balik Dashboard yang Bikin Panik

Seringkali ada pelanggan yang datang ke bengkel dengan wajah cemas, mengeluhkan suara aneh dari dalam dashboard mobilnya. Bayangkan saja, lagi asyik menyetir sambil mendengarkan musik, tiba-tiba muncul bunyi krrrek-krrrek atau mendengung kasar setiap kali AC dinyalakan. Banyak pemilik mobil langsung berpikir yang tidak-tidak. Pikiran mereka langsung tertuju pada kerusakan komponen berat seperti kompresor yang mulai “ngorok” atau motor blower yang sudah oblak. Padahal, masalah utamanya seringkali jauh lebih sepele dari itu, tapi efeknya bisa bikin kepala pening kalau dibiarkan.

Bunyi-bunyian misterius ini sering muncul bukan karena umur mobil yang sudah tua atau cacat produksi. Justru, penyebab utamanya adalah kebiasaan kita sendiri yang terlihat remeh. Kita sering tidak sadar meletakkan barang-barang kecil di atas dashboard, tepatnya di area dekat kaca depan. Mulai dari struk tol, karcis parkir, bon belanjaan, sampai gumpalan tisu bekas lap keringat. Nah, benda-benda inilah yang menjadi penumpang gelap di sistem pendinginan mobil Anda dan menciptakan kekacauan di dalamnya.

Perjalanan Sampah Menuju Jantung AC Mobil

Mungkin Anda bertanya-tanya, bagaimana bisa selembar kertas struk parkir bisa masuk ke dalam mesin AC? Di bagian paling depan dashboard yang menempel dengan kaca, terdapat lubang-lubang ventilasi memanjang yang berfungsi sebagai saluran defogger (penghilang embun). Celah ini terhubung langsung dengan saluran hisap udara atau jalur sirkulasi kabin. Ketika Anda meletakkan kertas atau tisu di situ, hembusan angin dari kaca yang terbuka atau getaran mesin saat mobil berjalan bisa membuat sampah-sampah ringan ini tergelincir masuk ke dalam celah tersebut.

Begitu sampah ini lolos, dia akan jatuh bebas menuju ke rumah blower. Blower ini ibarat kipas angin rumahan yang bentuknya seperti sangkar tupai. Tugasnya menyedot udara dan menghembuskannya melewati evaporator supaya jadi dingin. Saat ada kertas struk yang jatuh dan tersangkut di baling-baling blower yang sedang berputar kencang, terjadilah gesekan. Itulah asal muasal bunyi berisik yang mengganggu tadi. Suaranya bisa mirip kartu remi yang ditaruh di jari-jari sepeda, berisik dan konstan mengikuti putaran angin AC.

Dampak yang Lebih Serius Daripada Sekadar Berisik

Kalau cuma bunyi, mungkin kita masih bisa tutup kuping atau besarkan volume radio. Tapi masalah teknisnya tidak berhenti di situ. Kertas struk yang kaku itu lama-kelamaan bisa merusak keseimbangan putaran kipas blower. Akibatnya, motor blower jadi kerja ekstra keras dan putarannya jadi tidak stabil atau “oleng”. Kalau sudah begini, jangan kaget kalau tiba-tiba angin AC jadi ngempos atau hembusannya tidak kencang meskipun setelan kipas sudah di posisi paling tinggi.

Kondisi akan jauh lebih parah kalau yang masuk adalah tisu. Berbeda dengan kertas struk yang cenderung kering, tisu punya sifat menyerap air. Di dalam ruang evaporator itu kondisinya lembap dan basah karena proses kondensasi (pengembunan). Tisu yang masuk akan basah, hancur, dan berubah menjadi bubur kertas. Bubur ini akan menempel erat pada sirip-sirip evaporator dan menyumbat aliran udara. Efek dominonya bisa kita rasakan langsung:

  • Angin AC keluar sangat kecil, padahal suara blower terdengar meraung kencang.
  • Muncul bau apek atau bau asam yang tidak sedap saat AC baru dinyalakan karena tumpukan sampah basah yang membusuk.
  • Evaporator bisa mengalami korosi atau keropos lebih cepat karena tertimbun kotoran basah dalam waktu lama.
  • Suhu kabin jadi kurang nyes karena proses pendinginan udara terhalang oleh sampah.

Penanganan yang Tepat di Bengkel

Membersihkan sampah di dalam dashboard ini gampang-gampang susah. Tidak bisa sembarangan dicolok pakai kawat atau lidi, karena justru berisiko merobek elemen evaporator yang lunak atau malah mendorong sampah masuk lebih dalam ke tempat yang sulit dijangkau. Prosedur standar yang biasa kami lakukan adalah membuka laci dashboard (glove box) untuk mengakses rumah blower. Kami akan melepas motor blower untuk melihat seberapa banyak “harta karun” yang bersarang di sana. Seringkali kami menemukan koleksi struk parkir dari tahun lalu yang sudah kuning dan kering.

Jika sampah sudah menjadi bubur dan masuk ke sela-sela evaporator, pengerjaannya butuh usaha lebih. Kami mungkin perlu menggunakan kamera endoskopi untuk mengintip kondisi dalam, atau pada kasus yang parah, mau tidak mau dashboard harus diturunkan setengah atau bongkar total untuk mencuci evaporator sampai bersih kembali. Tentu saja, biaya dan waktu pengerjaannya jadi berkali-kali lipat dibanding sekadar ganti filter kabin biasa.

Oleh karena itu, langkah paling bijak adalah mengubah kebiasaan. Sediakan tempat sampah kecil di mobil atau langsung kantongi struk belanjaan Anda. Jangan biarkan area dashboard dekat kaca depan menjadi tempat penampungan sampah sementara. Pastikan area tersebut steril dari benda-benda kecil yang mudah terbang. Langkah sederhana ini jauh lebih hemat daripada harus keluar uang jutaan rupiah untuk servis besar AC gara-gara selembar tisu. Namun, jika saat ini Anda sudah mendengar bunyi cetak-cetek atau desingan aneh dari balik laci dashboard, sebaiknya jangan ditunda lagi. Bawa segera unitnya ke bengkel kepercayaan Anda agar blower bisa segera diselamatkan sebelum motornya terbakar atau evaporatornya mampet total.