Pernah tidak Anda sedang asyik menyetir di siang bolong, tapi penumpang di baris kedua dan ketiga mulai rewel karena kabin berasa di oven? Rasanya sudah putar knop temperatur sampai mentok, tapi dinginnya tetap saja ga nendang sampai ke belakang. Biasanya, ini jadi momen pemilik mobil berpikir untuk melakukan modifikasi pasang double blower supaya seisi mobil tidak mandi keringat.
Masalahnya, banyak yang mengira pasang double blower itu cuma soal nambah kipas di plafon tengah. Padahal, urusannya jauh lebih dalam dari itu karena menyangkut sistem pendinginan yang saling berkaitan. Kalau cuma asal pasang tanpa perhitungan matang, bukannya jadi adem, yang ada malah kompresor jebol karena dipaksa kerja rodi di luar kemampuannya.
Mari kita bedah sisi teknisnya agar Anda punya gambaran jelas sebelum memutuskan potong plafon atau bongkar dasbor. Modifikasi ini ibarat menambah beban kerja pada jantung mobil. Sistem AC single blower bawaan pabrik itu sudah dihitung kapasitasnya, mulai dari volume freon, oli, sampai kekuatan dorongan kompresor. Ketika Anda menambah unit evaporator di bagian tengah, artinya sistem harus mendinginkan area yang jauh lebih luas dengan volume freon yang lebih banyak pula.
Nah, risiko pertama yang sering muncul adalah beban berlebih pada mesin dan kompresor. Ibarat orang yang biasa lari bawa tas kecil, tiba-tiba disuruh panggul keranjang penuh batu. Kompresor bawaan mobil single blower biasanya punya kapasitas yang pas-pasan. Kalau dipaksa memompa freon ke dua evaporator, kompresor bakal cepat panas dan akhirnya timbul suara ngorok atau gerung yang mengganggu. Lama-kelamaan, komponen ini jadi sparepart capek yang minta pensiun dini sebelum waktunya.
Belum lagi soal urusan instalasi pipa. Jalur pipa tambahan ini harus benar-benar rapi dan tidak bocor. Kalau tukang pasangnya kurang teliti, sering terjadi bocor alus di sambungan nepel atau selang fleksibelnya. Gejalanya menyebalkan, freon berkurang pelan-pelan sampai akhirnya AC cuma keluar angin surga doang. Cari titik bocor di jalur pipa yang panjangnya dari depan sampai tengah itu butuh ketelitian ekstra dan waktu yang tidak sebentar.
Soal biaya, pasang double blower memang tidak bisa dibilang murah kalau mau hasilnya awet. Anda butuh unit evaporator tengah, motor blower, selang-selang, hingga kabel set elektrikal. Untuk hasil yang benar-benar dingin, kadang kita juga harus mengganti kondensor depan dengan yang lebih besar atau menambah ekstra fan agar pembuangan panas lebih maksimal. Kalau mau pakai komponen original agar hasilnya rapi, siapkan dana yang lumayan besar. Pakai barang kw memang lebih murah di depan, tapi risikonya evap berlendir atau berisik di kemudian hari sering kali membuat kantong lebih jebol buat perbaikan ulang.
Lalu, apakah modifikasi ini efektif? Jawabannya tergantung ekspektasi Anda. Secara sebaran udara, jelas baris kedua akan terasa jauh lebih nyaman. Udara dingin tidak lagi cuma numpang lewat dari dasbor depan. Namun, kalau kompresor tetap pakai standar dan tidak disetel ulang tekanannya, suhu udara yang keluar biasanya jadi dinginnya malu-malu alias tidak sekrispi AC standar yang memang lahir dengan sistem double blower dari pabrikan.
Jadi, kalau sudah begini, pertimbangkan juga kondisi aki dan sistem kelistrikan mobil Anda. Menambah blower berarti menambah beban daya. Pastikan kabel-kabel yang ditarik menggunakan relay yang berkualitas agar tidak terjadi korsleting. Jangan sampai niat hati mau bikin kabin sejuk, malah muncul bau gosong dari kabel yang meleleh karena tidak kuat menahan beban arus listrik tambahan.
Intinya begini, modifikasi ini sangat memungkinkan dan bisa jadi solusi jitu buat mobil keluarga seperti MPV atau blind van yang disulap jadi mobil penumpang. Kuncinya cuma satu, yaitu jangan pelit di kualitas komponen dan jangan asal pilih bengkel. Pastikan mekanik yang menangani paham soal perhitungan tekanan freon yang baru agar beban kompresor tetap dalam batas aman.
Sebelum buru-buru eksekusi, ada baiknya Anda cek dulu kondisi AC standar saat ini. Siapa tahu kabin tidak dingin itu bukan karena kurang blower, tapi memang oli sudah butek atau magnet sudah lemah yang bikin performa tidak maksimal. Kalau Anda masih bingung atau mau konsultasi dulu soal kuat atau tidaknya mobil Anda dipasang double blower, mampir saja ke bengkel sambil ngopi. Kita cek bareng-bareng tekanannya pakai manifold gauge supaya ketahuan kondisi sehat atau tidaknya jantung AC mobil Anda sebelum dimodifikasi.
Sudah siap membuat kabin mobil Anda lebih adem? Bengkel Dhika Autocare bisa bantu mengecek kesehatan sistem AC Anda atau memberikan rekomendasi instalasi yang paling aman untuk tipe mobil Anda.





