Persiapan Road Trip Lebaran/Liburan: Ceklis Pengecekan AC Mobil untuk Perjalanan Non-Stop 12 Jam

Ceklis Pengecekan AC Mobil untuk Perjalanan Non-Stop 12 Jam

Bayangkan Macet Total di Tol Trans Jawa, Tapi AC Cuma Keluar Angin

Tidak ada mimpi buruk yang lebih menyeramkan bagi pengemudi selain terjebak macet berjam-jam saat mudik Lebaran atau liburan panjang, lalu tiba-tiba hembusan AC berubah jadi panas. Kaca mobil mulai berembun, anak-anak di kursi belakang mulai rewel kepanasan, dan emosi pengemudi pasti langsung naik. Situasi ini bukan cuma bikin perjalanan 12 jam terasa seperti neraka, tapi juga berbahaya karena konsentrasi Anda pasti buyar.

Seringkali pemilik mobil merasa AC-nya “dingin-dingin saja” saat dipakai harian ke kantor yang durasinya cuma 30 menit sampai satu jam. Padahal, perjalanan jarak jauh dengan kondisi stop-and-go itu beban kerjanya jauh berbeda. Mesin bekerja ekstra keras, suhu aspal jalanan memantul ke ruang mesin, dan sistem pendingin dipaksa bekerja non-stop tanpa jeda istirahat.

Sebelum Anda menata koper ke bagasi, ada baiknya kita bedah dulu apa saja komponen vital yang wajib dicek. Jangan sampai mobil mogok atau kabin terasa seperti oven berjalan hanya karena masalah sepele yang sebenarnya bisa dideteksi sejak awal.

1. Extra Fan

Banyak yang salah kaprah mengira dinginnya AC cuma urusan freon. Padahal saat macet total dan mobil tidak bergerak, extra fan adalah pahlawan utamanya. Saat mobil melaju kencang, angin dari depan otomatis mendinginkan kondensor. Tapi saat macet diam, kipas tambahan inilah yang bertugas membuang panas dari kondensor.

Kalau putaran extra fan ini lemah atau mati total, tekanan freon akan melonjak naik karena kepanasan (overheat). Efeknya instan, kompresor bakal memutus arus (cut off) demi keamanan, dan seketika itu juga AC mobil Anda cuma keluar angin doang alias ngempos. Cek putaran kipas ini saat mesin menyala dan AC on. Pastikan hembusannya kencang dan arah anginnya benar membuang panas ke arah mesin, bukan terbalik.

2. Kondisi Magnet Clutch

Pernah dengar bunyi cetak-cetek yang berlebihan dari ruang mesin saat AC nyala? Itu tandanya magnet clutch sudah mulai minta pensiun. Komponen ini kerjanya menyambung dan memutus putaran mesin ke kompresor. Kalau spul magnetnya sudah lemah atau pelatnya sudah tipis karena termakan usia, cengkramannya tidak akan kuat.

Risikonya, saat perjalanan jauh dan komponen makin panas, magnet clutch bisa selip. Akibatnya kompresor tidak berputar maksimal atau bahkan berhenti bekerja sama sekali meski mesin mobil hidup. Kalau sudah begini, biasanya AC akan dingin saat jalan malam atau hujan, tapi langsung keok saat ketemu matahari siang bolong.

3. Filter Kabin dan Evaporator

Kalau Anda merasa setelan blower sudah di angka 3 atau 4 tapi angin yang keluar ke wajah rasanya pelan dan cuma terdengar suara gemuruh, biang keroknya biasanya ada di filter kabin yang mampet debu. Ini penyakit paling umum tapi sering disepelekan.

Debu tebal yang menyumbat filter akan menghalangi sirkulasi udara. Jika dibiarkan terlalu lama, debu itu bisa lolos dan menempel di evaporator, membentuk lendir yang bikin evaporator korosi lalu bocor. Ingat, evaporator yang kotor juga bikin aroma kabin jadi apek dan kurang sedap. Sebelum berangkat, pastikan filter ini bersih atau ganti baru kalau warnanya sudah hitam pekat. Murah, tapi efeknya ke kenyamanan luar biasa.

4. Oli Kompresor dan Freon

Coba intip bagian sight glass atau kaca pengintip di saluran AC mobil Anda (biasanya dekat tabung dryer). Saat AC nyala, idealnya cairan di sana terlihat bening mengalir. Kalau terlihat banyak gelembung busa putih terus-menerus, itu indikasi freon kurang. Tapi kalau terlihat hitam atau keruh, itu kabar buruk buat dompet Anda.

Oli kompresor itu ibarat darah dalam tubuh manusia. Fungsinya melumasi piston-piston kecil di dalam kompresor agar tidak baret. Kalau oli ini kurang, kotor, atau sudah kehilangan viskositasnya, kompresor akan bekerja dengan gesekan tinggi. Lama-lama dia bakal “ngorok” atau bunyi kasar. Kalau sudah macet (jammed) di tengah jalan tol, Anda harus siap keluar biaya besar karena serpihan logam dari kompresor yang rontok bisa menyebar ke seluruh sistem AC.

5. Kondisi Drive Belt (Fan Belt)

Jangan lupa tengok karet belt yang memutar kompresor. Perhatikan sisi bagian dalamnya yang bergerigi. Kalau sudah terlihat ada retak-retak halus atau pinggirannya mulai berserabut, jangan ambil risiko. Ganti segera. Putusnya fan belt di tengah jalan tidak cuma bikin AC mati, tapi di banyak mobil modern, ini juga bisa bikin alternator tidak mengisi aki dan water pump berhenti berputar yang berujung mesin overheat parah.

Lakukan Pengecekan Sekarang, Jangan H-1 Lebaran

Melakukan perjalanan 12 jam non-stop menuntut performa prima dari setiap komponen mobil, terutama sistem pendingin. Masalah kecil seperti seal bocor halus mungkin tidak terasa saat dipakai keliling komplek, tapi akan jadi bencana saat tekanan kerja sistem AC berada di puncaknya di jalur Pantura.

Nah, daripada main tebak-tebakan dan was-was sepanjang jalan, coba luangkan waktu sebentar untuk memeriksa poin-poin di atas. Kalau Anda menemukan ada hembusan yang kurang nyes, suara mesin yang agak kasar saat AC nyala, atau sekadar ingin memastikan semuanya aman sebelum tancap gas, mampir saja ke bengkel kami. Tim mekanik siap melakukan general check-up menyeluruh biar mudik Anda tahun ini dingin, adem, dan bebas drama kaca dibuka di jalan tol.